Skip to main content

Posts

Showing posts from October, 2017

RESENSI BUKU: STRES, SATU FAKTOR TAMBAHAN PENYEBAB STRES

STRES, SATU FAKTOR TAMBAHAN PENYEBAB STRES Data Buku Judul Buku : Stres dan Stroke Pengarang : dr. LA Hartono Penerbit : Kanisius Yogyakarta Tahun Terbit : 2007, Cetakan ke 5 (2011) Tebal Buku : 59 Halaman Harga Buku : Rp. 12.000,- PENDAHULUAN “Manusia hidup di dunia ini ibarat sebuah kapal yang berlayar di lautan. Setiap saat ada kemungkinan diterjang ombak dan dihantam badai. Jika kapal tidak kuat dan nakhkoda tidak terampil, maka kapal dapat tenggelam oleh hantaman ombak dan badai itu. Demikian pula manusia, setiap hari akan menemui berbagai persoalan, berbagai kesulitan dan tantangan, yang semuanya itu bisa disebut problem kehidupan. Apabila manusia tidak kuat menerima berbagai kesulitan dan tantangan hidup itu, maka stres akan datang. Lalu, apakah stres sebenarnya stres itu? Bagaimanakah pengaruhnya terhadap kesehatan?bagaimana terapi dan pencegahannya? Semuanya akan anda dapatkan di buku ini. Mari, bersama kita cegah stres!” Penulis berprofesi sebagai dokter,...

SEJARAH FILSAFAT ILMU BAHASA

BAB I PENDAHULUAN Filsafat Bahasa adalah ilmu gabungan antara linguistik dan filsafat. Ilmu ini menyelidiki kodrat dan kedudukan bahasa sebagai kegiatan manusia serta dasar-dasar konseptual dan teoretis linguistik. Filsafat bahasa dibagi menjadi filsafat bahasa ideal dan filsafat bahasa sehari-hari. Filsafat bahasa ialah teori tentang bahasa yang berhasil dikemukakan oleh para filsuf, sementara mereka itu dalam perjalanan memahami pengetahuan konseptual. Filsafat bahasa ialah usaha para filsuf memahami conceptual knowledge melalui pemahaman terhadap bahasa(https://id.wikipedia.org). Secara etimologi menurut Sudarsono (2008) istilah filsafat berasal dari bahasa Arab, yaitu falsafah. dalam bahasa inggris berasal dari philosophy. kedua istilah itu berakar dari bahasa Yunani yaitu philosophia. Istilah tersebut memiliki dua unsure asasi, yaitu: philein yang berarti cinta dan sophia yang berarti kebijaksanaan. Filsafat telah lama menjadi perhatian para filsuf tentang hubungan bahasa d...

The Relationship Between Technology and Indonesian Language (Hubungan Teknologi dan Bahasa Indonesia)

Language is a means by which people communicate with each other. As we know, humans are social beings who at all times need to communicate and interact with each other. Language becomes very important for every individual who communicates to convey something and equate understanding between individuals. In the other hand, language is used in all aspects of human life, especially in this case is in technology. So, how does the technology relate to language development?  Technology is a benchmark for the progress of a nation, where technology itself is closely related to the use of language. Every technological item uses language as the media in building, sharing, advertising, or selling the technological items. For instance, in building an application or web. In building and constructing every parts of an application or web, language named binary code is used. It is English, because English is standard language that used globally. How about Indonesian language? Here are some re...

TINDAK KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kekerasan terutama kekerasan dalam rumah tangga merupakan pelanggaran hak asasi manusia dan kejahatan terhadap martabat kemanusiaan serta merupakan bentuk diskriminasi. Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) adalah setiap perbuatan terhadap seseorang terutama perempuan, yang berakibat timbulnya kesengsaraan atau penderitaan secara fisik, seksual, psikologis, dan/atau penelantaran rumah tangga termasuk ancaman untuk melakukan perbuatan, pemaksaan, atau perampasan kemerdekaan secara melawan hukum dalam lingkup rumah tangga. Hampir semua bentuk kekerasan dalam keluarga dilakukan oleh laki-laki (orang terdekat) dan korban pada umumnya perempuan. Ternyata data yang dikumpulkan dari seluruh dunia menyimpulkan bahwa anak perempuan dan wanita mempunyai resiko terbesar mengalami tindakan kekerasan di rumah mereka lebih besar daripada di tempat lain.  Kekerasan merupakan isu utama diseluruh dunia, baik di negara maju maupun di negara berkembang ...

APA ITU LOGIKA?

APA ITU LOGIKA? 1.1 Definisi Logika Secara etimologis, logika dibentuk dari kata bahasa Yunani, yaitu LOGIKOS, yang diturunkan dari kata LOGOS yang artinya kata, sabda, pengungkapan ide, dan pengetahuan rasional. Jadi, logika adalah pertimbangan akal atau pikiran yang diucapkan lewat kata atu bahasa. Secara esensial, logika adalah ilmu pengetahuan tentang jalan pikiran atau kecakapan berpikir lurus dan tepat. Sebagai ilmu, logika juga disebut logika episteme atau logica scientia yang berarti ilmu logika. Secara umum ilmu logika memiliki persamaan intisari seperti: Ilmu dalam lingkungan filafat yang membahas prinsip-prinsip dan hukum-hukum penalaran yang tepat. Ilmu pengetahuan dan keterampilan. Sebagai ilmu, logika mengacu pada pada kemampuan rasional untuk mengetahui. Sebagai keterampilan, logika mengacu pada kemampuan untuk mewujudkan pengetahuan pada tindakan. Dikatakan juga, logika bukan ilmu, melainkan metode Logika juga berarti ilmu yang mempersoalkan prinsip dan...

TUGAS KULIAH: SEJARAH FILSAFAT BAHASA

Pertanyaan: Jelaskan hubungan zaman pra-Socrates, kaum Sofis dan Socrates, dan Heraklitos. Pada masa Pra-Socrates muncul pendapat yang memperdebatkan bahasa itu bersifat konvensional (nomos) atau alamiah (fisei). Fisei menyatakan bahwa bahasa bersifat alamiah yang artinya mempunyai asal usul atau tidak dapat ditolak keberadaannya untuk mencapai makna secara alamiah. Sedangkan nomos menyatakan bahwa bahasa bersifat konfeksi yang artinya makna bahasa diperoleh melalui tradisi – tradisi yang dapat berubah sesuai perkembangan zaman. Di sisi lain, Kaum sofis mengartikan hakikat bahasa dengan menghubungkan filsafat manusia. Karena manusia adalah sumber dari segala – galanya. Mereka menemukan pendekatan baru untuk mencari hakikat bahasa terutama bahasa manusia.  Pada zaman Heraklitos, bahasa adalah suatu simbol yang memiliki ciri – ciri fisis yang dapat mengangkat pengetahuan manusia. Mereka menggunakan keterampilan berbicara untuk mendapatkan informasi itu. Dalam hal ini bahasa ...

MAKALAH: PENALARAN

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Manusia memiliki penalaran dimana tak terlepas dari pengguna bahasa. Penalaran cenderung sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Penalaran juga sangat dibutuhkan untuk menyelesaikan suatu masalah. Dalam menyelesaikan masalah tersebut, manusia harus menggunakan penalarannya dengan baik, agar bisa diselesaikan secara baik. Menulis merupakan proses bernalar. Untuk menulis mengenai suatu topik kita harus berfikir, menghubung-hubungkan berbagai fakta, membandingkan dan sebagainya. Menulismerupakan kegiatan mental. Pada waktu kita berfikir, dalam benak kita timbul serangkaian gambar sesuatu yang tidak hadir secara nyata. Kegiatan ini mungkin tidak terkendali, terjadi dengan sendirinya, tanpa kesadaran, misalnya melamun. Kegiatan yang lebih tinggi dilakukan secara sadar, tersusun dalam urutan yang saling berhubungan, dan bertujuan untuk sampai kepada suatu kesimpulan. Jenis kegiatan berfikir yang terakhir inilah yang disebut kegiatanbernalar...

TEORI BELAJAR KONSTRUKTIVISME

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Belajar merupakan aktivitas menuju kehidupan yang lebih baik secara sistematis. Definisi lain mengenai belajar dikemukakan oleh Suyono dan Hariyanto (2011:9) yaitu belajar merupakan suatu aktifitas atau proses untuk memperoleh pengetahuan, meningkatkan keterampilan, memperbaiki perilaku, sikap, dan mengokohkan kepribadian.  Sedangkan menurut Dimyati dan Mudjiono (2009:7), belajar merupakan tindakan dan perilaku siswa yang kompleks. Dari ketiga pandangan tersebut, dapat disimpulkan bahwa belajar dapat didefinisikan sebagai kegiatan atau aktifitas kompleks manusia untuk memperoleh pengetahuan, meningkatkan keterampilan, memperbaiki sikap dan perilaku serta mengokohkan kepribadian dengan tujuan untuk mengembangkan pribadi seutuhnya. Proses belajar terdiri atas tiga tahapan, yaitu tahap informasi, transformasi dan evaluasi. Yang dimaksud dengan tahap informasi adalah proses penjelasan, penguraian atau pengarahan mengenai struktur pengetahuan,...

MAKALAH: KARANGAN DALAM BAHASA INDONESIA

 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Bahasa adalah alat untuk berkomunikasi yang digunakan manusia dengan sesama anggota masyarakat lain pemakai bahasa itu. Bahasa itu berisi pikiran, keinginan, atau perasaan yang ada pada diri si pembicara atau penulis. Bahasa yang digunakan itu hendaklah dapat mendukung maksud secara jelas agar apa yang dipikirkan, diinginkan, atau dirasakan itu dapat diterima oleh pendengar atau pembaca. Kalimat yang dapat mencapai sasarannya secara baik disebut dengan kalimat efektif. Menulis dan berpikir merupakan dua kegiatan yang dilakukan secara bersama dan berulang-ulang. Dengan kata lain, tulisan adalah wadah yang sekaligus merupakan hasil pemikiran. Melalui kegiatan menulis, penulis dapat mengkomunikasikan pikirannya. Melalui kegiatan berpikir, penulis dapat meningkatkan kemampuannya dalam menulis. Untuk menghasilkan tulisan yang baik, setiap penulis hendaknya memiliki tiga keterampilan dasar dalam menulis, yaitu keterampilan berbahasa, keteram...

PROSES TERBENTUKNYA BENUA DAN SAMUDERA

 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kita manusia hidup di permukaan bumi. Sebagian dari penduduk bumi hidup di atas sebidang tanah daratan luas yang disebut benua. Adapula orang yang hidup di atas sebidang daratan lebih kecil yang disebut pulau. Benua dan pulau tempat kita hidup dikelilingi oleh air, yaitu laut dan samudra. Hampir tiga perempat bagian kerak bumi tertutup oleh air. Itulah bumi yang kita huni yang merupakan sebuah bola batuan serta logam panas yang besar dan berputar-putar, sedangkan bagian luar bola itu dilapisi dengan selubung tipis yang terdiri dari tanah, air, batuan, serta udara. Bumi adalah salah satu planet dalam tata surya. Usia bumi diperkirakan telah mencapai 4,6 milyar tahun. Bumi mempunyai lapisan udara (atmosfer) dan medan magnet yang disebut magnetosfer yang melindungi permukaan bumi dari angin, matahari, sinar ultraviolet, dan radiasi dari luar angkasa. Dari antariksa, bumi terlihat seperti bola yang indah dan cerah keadaannya. Sekitar 71% ...

KODE ETIK PROFESI KEGURUAN

BAB I PENDAHULUAN A.     Latar Belakang Makalah ini membahas mengenai kode etik dan profesi guru secara umum. Beberapa paparan dalam makalah ini membahas tentang etika kerja dan etos kerja guru serta kode etik guru yang meliputi: kode etik dan etika profesi keguruan, pengertian kode etik guru, unsur-unsur kandungan kode etik guru, rumusan kode etik guru, alasan pentingnya kode etik bagi guru, tujuan perumusan kode etik guru, manfaat kode etik bagi guru, dan upaya mewujudkan kode etik guru. Semua kemampuan di atas sangat penting bagi semua peserta sertifikasi guru agar menjadi guru yang profesional. Pendidikan dapat dipandang sebagai suatu proses pemberdayaan dan pembudayaan individu agar mampu memenuhi kebutuhan perkembangan dan memenuhi tuntutan sosial, kultural, serta religius dalam lingkungan kehidupannya. Pengertian pendidikan seperti ini mengimplikasikan bahwa upaya apapun yang dilakukan dalam konteks pendidikan terfokus pada upaya memfasilitasi proses p...

HAKIKAT MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK SOSIAL (HOMO SOCIUS)

BAB I PENDAHULUAN Manusia merupakan makhluk Tuhan Yang Maha Esa yang paling sempurna dari makhluk lainnya. Dengan segala kelebihan yang dimiliki manusia dibanding makhluk lainnya membuat manusia memiliki kedudukan atau derajat yang lebih tinggi. Manusia juga disertai akal, pikiran, perasaan sehingga manusia dapat memenuhi segala keinginannya yang diberikan Tuhan. Manusia adalah mahluk hidup ciptaan Tuhan dengan segala fungsi dan potensinya yang tunduk kepada aturan hukum alam, mengalami kelahiran, pertumbuhan, perkembangan, dan kematian, serta terkait dan berinteraksi dengan alam dan lingkungannya dalam sebuah hubungan timbal balik, baik itu positif maupun negatif. Dalam kehidupan sehari-hari, manusia tidak dapat hidup sendiri sehingga membutuhkan orang lain. Oleh karena itu, manusia disebut makhluk sosial (homo socius). Manusia sebagai individu atau perorangan, selalu berkeinginan untuk berinteraksi atau berteman dengan individu-individu lainnya. Keinginan ini terutama berhu...

Introducing Second Language Acquisition

CHAPTER I INTRODUCTION What comes to mind for many people when they encounter the phrase 'second language acquisition', is the experience they had as school students when they were engaged in the study of one or more foreign languages. Second language acquisition, however, occurs in other forms in schools today as well. Bilingual education, for example, has been a reality in many parts of the world for years. There are several models for bilingual education programmes, but generally they exist for the purpose of helping students to maintain their native language or to continue to grow in their native language while acquiring a second language. There are almost as many reasons to study SLA as there are places where second languages are acquired and used. First of all, the study of SLA is fascinating in its own right. It is a true conundrum. Understanding it requires drawing upon knowledge of psychology, linguistics, sociology, anthropology, psycholinguistics, socioling...

THE LINGUISTICS OF SECOND LANGUAGE ACQUISITION

THE NATURE OF LANGUAGE Language is the method of human communication, either spoken or written, consisting of the use of words in a structured and conventional way. Languages share the following characteristics. Languages are systematic. They consist of recurrent elements which occur in regular patterns of relationships. All languages have an infinite number of possible sentences, and the vast majority of all sentences which are used have not been memorized. They are created according to rules or principles which speakers are usually unconscious of using – or even of knowing – if they acquired the language(s) as a young child. Languages are symbolic. Sequences of sounds or letters do not inherently possess meaning. The meanings of symbols in a language come through the tacit agreement of a group of speakers. Languages are social. Each language reflects the social requirements of the society that uses it, and there is no standard for judging whether one language is more effective...

THE COMPETENCE OF 2nd GRADE STUDENTS OF SMIP SADAR WISATA RUTENG IN ENGLISH REPORTED SPEECH

Introduction In every language in the world, speakers are required to report what they have heard and there are rules to be followed for that. When someone reports something or sentence they have heard, the words structure must be changed. The changing contains the use of quotation marks and the tenses use. Parmar (as cited in Lambani, 2015) expounds that when reporting statement are introduced by reporting verbs in the present tense, the tense of the sentence remains unchanged. The pronouns do change and the word order changes when reporting question. Beside that, Tregidgo (as cited in Lambani, 2015) explain that the quotation marks as well as the colons and semicolons are omitted when writing reported speech. In Ruteng-Manggarai, there are many students especially who learn English that do not really know how to report a message they have heard. The mistake that is usually done by those students is they do not change the tenses in reporting others’ message. As we know, when the re...

THE COMPARATIVE STUDY: GENERAL CULTURE SHOCK VS. REVERSE CULTURE SHOCK

CHAPTER I INTRODUCTION Leaving home and travelling to live in a new country can be a stressful experience. Even though it may be something you have planned and prepared for, the extent of the change and the effects it has on you may take you by surprise. If you find that the effects of the change surprise you, it might be helpful to realize that your experience is quite normal. This applies whatever country you come from, and wherever you are going to live, even though some cultures are more similar than others because of geographic, historic, demographic and other connections. Symptoms of culture Shock At first, you will be excited by the challenge of living in a new culture.  It will seem like you are on vacation.  As time goes by, however, you slowly realize you are not on vacation; you live here now.  You may become depressed; you may not sleep well. You may have trouble concentrating.  You may eat poorly.  You think that no one understands how yo...

Introducing Clitics

CHAPTER I INTRODUCTION Background In most languages we find ‘little words’ which resemble a full word, but which cannot stand on their own. Instead they have to ‘lean on’ a neighbouring word, like the ’d, ’ve and unstressed ’em of Kim’d’ve helped’em (‘Kim would have helped them’). These are clitics, and they are found in most of the world’s languages. In English the clitic forms appear in the same place in the sentence that the full form of the word would appear in, but in many languages clitics obey quite separate rules of placement. Clitics are a notoriously difficult topic that has received much attention, from a number of theoretical vantage points, since the appearance of Zwicky’s (1977) seminal article “On clitics.” What emerges from this vast body of work is that clitics are more easily characterized by what they are not, than by what they are. Elements referred to as clitics systematically defy the general distributional and other principles that otherwise hold i...

A reflection: "Why do I want to be a teacher"

Why do I want to be a teacher? Teacher is a person who teaches any other people so they, who don’t know become know because of they are taught. Become a teacher is not like you just teach and they will know. It’s more than that. You will face with people; different people, different characteristics, and different needs. So, what will you do with those differences? I say, it is not an easy job. That’s why you have to learn much before you become a teacher. So now, I am here in STKIP ST. Paul Ruteng, want to learn how to be a good teacher. So, why do I want to be a teacher? This question is so reflective, I think. I’ve never thought about it before until I take this teacher ethics subject. I didn’t really know, why I want to be a teacher. It started when I couldn’t finish my study at Kupang., so I moved to Ruteng and started my study again. Because of in Ruteng, there are no any programs except teaching program, so I tried to sign in English teaching program. Initially, I never want...

Sebuah Refleksi: "menghayati prinsip dasar etika profesi keguruan"

Bagaimana saya menghayati prinsip dasar etika profesi keguruan di dalam kehidupan sehari-hari? “Menjadi seorang guru mungkinlah bukan merupakan cita-cita saya sejak awal. Kata “GURU” sepertinya begitu asing bagi saya, sampai saya masuk dan belajar di sekolah keguruan ini, STKIP St. Paulus. Dari sini  saya mulai mengenal kata “GURU” ,dan dari hari ke hari mencoba mendalami dan meresapi apa sebenarnya yang ada di balik kata “GURU” ini.” Menurut saya, guru adalah sebuah profesi yang paling  mulia di muka bumi ini. Menjadi guru tidak hanya sebatas menjadi pengajar mata pelajaran. Ini lebih dari itu. Menjadi seorang guru adalah menjadi “pembentuk” manusia; membentuk manusia yang tidak tahu menjadi tahu, yang tidak berakhlak menjadi berakhlak, dan membentuk manusia menjadi seorang yang akan berguna di kemudian hari. Saya pikir, hal-hal inilah yang menjadi dasar segala kode etik keguruan yang pernah dibuat; bahwa hasil dari apa yang kita terapkan dalam kode etik keguruan a...

Konsep dan Sejarah Manajemen Berbasis Sekolah

BAB I PENDAHULUAN Manajemen berbasis sekolah (MBS) merupakan model manajemen pendidikan yang penting. Manajemen berbasis sekolah memberikan otonomi yang lebih besar, fleksibilitas/keluwesan pada sekolah, serta mendorong partisipasi masyarakat agar mampu meningkatkan peran mereka dalam meningkatkan mutu sekolah. Manajemen berbasis sekolah (MBS) menganut prinsip kemandirian, kerjasama, partisipasi, keterbukaan, dan akuntabilitas. Pemberian otonomi yang lebih besar kepada sekolah, diharapkan mampu meningkatkan kreatifitas, inisiatif, dan inovasi dalam meningkatkan kinerja sekolah. Pemberian fleksibilitas/keluwesan bertujuan memberi kesempatan sekolah agar mampu memanfaatkan dan mengelola sumberdaya yang dimiliki agar lebih optimal dalam usaha meningkatkan mutu sekolah. Partisipasi masyarakat merupakan usaha menempatkan posisi masyarakat bukan hanya obyek pengguna lulusan tetapi juga sebagai subyek kebijakan dengan cara memberi ruang terbuka, agar dapat mengembangkan potensi se...