Skip to main content

Posts

HAK HIDUP: HUKUMAN MATI DAN ABORSI: BAB III PENUTUP

BAB III PENUTUP Hak untuk hidup adalah suatu prinsip moral yang didasarkan pada keyakinan bahwa seorang manusia memiliki hak untuk hidup dan, terutama, tidak seharusnya dibunuh oleh manusia lainnya. Konsep ini timbul dalam pembahasan tentang isu-isu hukuman mati dan aborsi. ICCPR memandang bahwa hukuman mati merupakan suatu pengecualian atas hak untuk hidup. Pasal 6 mengizinkan dijatuhkannya hukuman mati bagi seorang pelaku kejahatan meski dengan pembatasan tertentu. Sementara Aborsi diartikan sebagai pengguguran kandungan, yaitu dikeluarkannya janin sebelum waktunya, baik disengaja   maupun tidak. Ada dua macam aborsi yaitu aborsi spontan atau sengaja dimana aborsi-aborsi ini terjadi secara alami tanpa inverensi tindakan medis dan aborsi profokatus atau direncanakan dimana melalui tindakan medis dengan   obat-obatan, tindakan bedah atau tindakan lain . DAFTAR PUSTAKA Davidson, Scott. Hak Asasi Manusia. Jakarta: Penerbit Gra...

HAK HIDUP: HUKUMAN MATI DAN ABORSI: BAB II PEMBAHASAN

BAB II PEMBAHASAN A.     Hukuman mati Permohonan pemerintah Belanda memohon untuk tidak memidana mati pembunuh almarhum Munir mengingatkan kita pada eksekusi mati pada Ayodya, terpidana yang dituduh memiliki berkilo-kilo narkotika setelah sekian lama hukumannya tidak dilaksanakan. Sempat pesimis atas itikad pemerintah untuk memberlakukan hukuman jenis ini, tereksekusinya beberapa terpidana mati memberikan gambaran bahwa Indonesia masih memberlakukan hukuman ini.   Mesti hukuman mati bukanlah hukuman yang baru diberlakukan di Indonesia, namun setiap kali jenis hukuman ini dijatuhkan tetap akan mengundang sejumlah kontroversi. Undang-Undang Narkotika No.22 tahun 1997 bukan satu-satunya undang-undang yang memberikan ancaman maksimal hukuman mati. Tercatat beberapa undang undang lain seperti Undang-Undang Terorisme, Undang-Undang Pengadilan HAM No.26 tauhn 2000, Undang-Undang Korupsi No.31 tahun 1999 dan tak lupa Pasal 10 KUHP yang mencantumkan hukuman mati seb...

HAK HIDUP: HUKUMAN MATI DAN ABORSI: BAB I PENDAHULUAN

BAB I PENDAHULUAN Hak untuk hidup adalah suatu prinsip moral yang didasarkan pada keyakinan bahwa seorang manusia memiliki hak untuk hidup dan, terutama, tidak seharusnya dibunuh oleh manusia lainnya. Konsep mengenai hak untuk hidup timbul dalam pembahasan tentang isu-isu hukuman mati, perang, aborsi, eutanasia, pembunuhan yang dapat dibenarkan, dan meluas hingga perawatan kesehatan publik. Dalam sejarah umat manusia, dikatakan bahwa belum ada suatu penerimaan umum mengenai konsep hak untuk hidup sebagai bawaan setiap individu, bukan sebagai suatu hak istimewa yang diberikan oleh pemegang kekuasaan politik dan sosial. Evolusi hak asasi manusia sebagai suatu konsep berlangsung perlahan dalam sejumlah bidang melalui berbagai cara. Hak untuk hidup tidak terkecuali dalam tren tersebut, dan utamanya sepanjang milenium terakhir telah dihasilkan banyak kumpulan dokumen legal skala nasional maupun internasional (contohnya Magna...

CONTOH LAPORAN MAGANG II BAHASA INGGRIS: CHAPTER IV CONCLUSION AND SUGGESTION

CHAPTER IV CONCLUSION AND SUGGESTION 4.1 Conclusion Internship program is a teaching method utilized by educators to teach students how to solve problems, understand tasks, perform specific tasks, and deal with difficult situations (Collins, Brown, and Newman 1989). The internship program is in line with the vision and mission of the English education study program of STKIP Santu Paulus, which is to produce prospective English language educators who are professional and competent, and mature in personality, attitude, knowledge and skills. This is also stated clearly in the profile of graduates of English Education Study Program.

CONTOH LAPORAN MAGANG II BAHASA INGGRIS: CHAPTER III LEARNING IMPLEMENTATION

CHAPTER III LEARNING IMPLEMENTATION 3.1 Learning Activities In the second internship program at SMK Widya Bhakti Ruteng, that was held in the period of October 1 - November 3, 2018, the writer carried out learning activities in the class XI Accounting I and II. In this period of time, the writer managed to implement 5 lesson plan topics, which in detail will be offered as follows.

CONTOH LAPORAN MAGANG II BAHASA INGGRIS: CHAPTER II THE PREPARATION STAGE IN IMPLEMENTING THE SECOND INTERNSHIP

CHAPTER II THE PREPARATION STAGE IN IMPLEMENTING THE SECOND INTERNSHIP 2.1 Orientation Stage Orientation stage of the second internship program is the initial stage of internship program which aims to help students in identifying all things needed in the implementation of English learning process in classroom. It is an important stage to be followed by students to be able in adjusting and knowing the learning environment at school.

CONTOH LAPORAN MAGANG II BAHASA INGGRIS: CHAPTER I INTRODUCTION

CHAPTER I INTRODUCTION 1.1 Background Internship program is a teaching method utilized by educators to teach students how to solve problems, understand tasks, perform specific tasks, and deal with difficult situations (Collins, Brown, and Newman 1989). The Internship program perspective involves the learner within an actual, physical context of practice. Apprentice works side by side with an expert in order to learn a specific task. In other way, according to KBBI, the term internship means prospective employees (who have not been appointed permanently and have not received a salary or wage because they are still considered at the level of learning). It is also confirmed in Undang-Undang No. 13 tahun 2003 concerning Manpower, specifically articles 21-30, and more specifically regulated in Regulation of the Minister of Manpower and Transmigration No. Per. 22/ Men/ IX / 2009 concerning the Implementation of Internship Program, where the internship program is defined as part o...